Senin, 08 September 2014

PERMAINAN BOLA BASKET



PERMAINAN BOLA BASKET
1.        SEJARAH
Olahraga bola basket diciptakan oleh Dr. James A. Naismith seorang instruktur pendidikan jasmani dari YMAC ( Young Men’s Christian Association ) dari kota Springfield Massachusets, Amerika Serikat, pada tahun 1981.
Mulanya permainan bola basket dimainkan dalam ruangan tertutup dan dimainkan oleh 18 orang yang setiap regunya 9 orang. Dari 9 orang pemain dibagi menjadi 3 posisi, yaitu 3 orang sebagai pemain depan (penyerang), 3 orang sebagai pemain tengah (pemain penghubung) dan 3 orang sebagai pemain belakang (pemain bertahan).
Pada tahun 1892 permainan bola basket berkembang dari setiap regu 9 orang berubah menjadi 7 orang tiap regu dan akhirnya 5 orang setiap regu yang berlaku sampai sekarang.
Pada tahun 1893 untuk pertama kalinya permainan bola basket dimainkan oleh wanita, yaitu oleh regu Smith College di North Hantom Amerika Serikat.
Pada tanggal 21 Juni 1932 dibentuk Federasi Internasional Bola Basket yang disingkat dengan FIBA  ( Federation Internationale de Basketball Amateur ). Prof. Bounfar ditunjuk sebagai presiden dan R. Willian Jones sebagai sekretaris FIBA.
Pada olimpiade tahun 1936 di Berlin secara resmi bola basket masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan, dan diikuti oleh 21 negara.
Perkembangan bola basket di Indonesia di awali di kota Solo Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan. Pada tahun 1951 tepatnya tanggal 23 Oktober 1951 menjelang PON II di Jakarta telah dibentuk Persatuan  Bola Basket Seluruh Indonesia disingkat PERBASI yang diketuai oleh Tony Wen dan Win Latumenten yang ditunjuk oleh menteri Olahraga Maladi.
2.        TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET
A.    Operan ( Passing )
Ada 2 macam passing yaitu :
1.      Operan dengan 2 tangan
a.       Operan tolakan dada ( the two handed chest pass )
b.       Operan pantulan ( the bounce pass ) 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjG4iDvlVC4CeQjW4S0KZkGOmGVV9Pe32DUOtY1WmgjSckn-bjt_bRv-ruaTAZH5VhBhQoPeLhQ0-WQutD3lqNYGAj1OhQH3RkKpSBOUsvTgMHrcLFa-zOu7verOt5xKnc9HVy2IINqiuy6/s1600/passing.JPG
c.      Operan atas kepala ( the over head pass )
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL6hXsTQ3Ucy0BTcxNs_xFhHThKPYm0vrAbS341TZjtUe-rMpKi5ExPeirlgQKlwRhTdnYFcaijTo199upWD2aCxAeatQzjlWozrE8gHJU6TZ45Ry3DlPKdTk06BhMMJW1Zqdx3srgifp2/s1600/Overhead.JPG
 d. Baseball Pass Passing yang jika dilihat caranya mirip dengan orang melempar bola baseball ataupun bola rugby. biasanya digunakan untuk long passing dalam fastbreak.

 e.  Behind the Back Pass 
       Passing ke belakang. Ya sesuai namanya passing ini diberikan kepada kawan dibelakang kita tanpa kita harus memutar tubuh. Jadi passing sambil membelakangi kawan.

2.      Operan 1 tangan
a.       Operan samping ( the side arm pass )
b.      Operan lambung ( the lob pass )
c.       Operan kaitan ( the hook pass )
d.      Operan lompat ( the jump pass )

B.     Menangkap bola ( Catching )
Menangkap bola dapat dilakukan dengan menggunakan 2 tangan atau dengan 1 tangan baik dalam keadaan berhenti, berjalan, maupun berlari.
C.     Menembak ( Shooting )
Macam-macam tembakan dalam permainaan bola basket adalah sebagai berikut :
1.      Dengan posisi menghadap ring
2.      Dengan posisi menghadap papan ring sikap lompat.
3.      Dengan posisi menghadap papan ring dengan tangan kanan atau tangan kiri ( Lay Up Shoot )
D.    Menggiring bola ( Dribbling )
Menggiring bola biasa dilakukan dengan tangan kanan atau tangan kiri, posisi bola rendah maupun posisi bola tinggi..
E.     Olah kaki ( Pivot )
Olah kaki adalah keterampilan menguasai bola dengan gerak kaki dilakukan dengan cepat dalam posisi berhenti,berjalan,memutar atau berlari dengan mengubah arah secara tepat
F.      Memutar salah satu kaki ( Pivot )
Pivot digunakan untuk menipu lawan dengan gerakan memutar badan sambil melangkahkan kaki sedangkan kaki lainnya tetap sebagai porosnya dengan bola dalam penguasaannya untuk segera dioperkan kepada teman regunya.
G.    Melompat ( Jumping )
Melompat adalah gerakan jauh ( sasarannya jauh ), sedangkan meloncat adalah gerakan kearah tinggi ( sasarannya adalah ketinggian ).
H.    Gerak tipu ( Fakes and Feints )
3.   CARA BERMAIN BOLA BASKET
Permainan bola basket dimainkan oleh 2 regu. Jumlah pemain yang berada di lapangan untuk setiap regunya adalah 5 pemain.
     Setiap regu berusaha memasukan bola sebanyak-banyaknya kedalam keranjang lawan dan mencegah pihak lawan memasukan bola ke dalam keranjangnya. Bola boleh didorong, dilempar, dipukul,digelindingkan atau dipantul-pantul ke segala arah tergantung peraturan yang telah ditentukan.
4.        PERATURAN PERMAINAN
1.      Lapangan
Lapangan berbentuk empat persegi panjang, ukuran lapangan resmi untuk pertandingan adalah panjang antara 24 m – 28 m, lebar antara 14 m – 15 m.
2.      Bola
Bola yang digunakaan untuk bermain basket terbuat dari karet atau bahan sintetik, bagian luar dari kulit. Berat bola angara 600 gram – 650 gram keliling antaraa 75 cm – 78 cm.
3.      Lama permainan
Dimainkan dua babak, setiap babaknya yaitu 20 menit dengan waktu istirahat 10 menit. Bila terjadi point yang sama, maka diadakan perpanjangan waktu setiap babak pertambahan adalah 5 menit.
4.      Bola loncat
Jump Ball adalah bola yang dilemparkan oleh wasit diantaraa dua pemain dari kedua regu yang dilakukan pada setiap permainan.
5.      Tiang ring
Tingginya 2,90 m. tinggi basket mini 2,75 m.


PROGRAM LATIHAN DAN VARIASI
A.     Driblle
v     Program Latihan
1.         Latihan Driblle tanpa bola (atas/bawah)
2.         Dribble dengan berjalan dan berlari (atas/bawah)
v     Variasi Latihan
1.      Dribble secara zig-zag
                              
                        Note : Lakukan Dribble dengan bergantian tangan (kanan dan kiri)
B.     Passing Chest pass dan bounce pass
v     Program Latihan
1.      Passing berpasangan tanpa dribble
2.      Passing berpasangan dengan dribble
v     Variasi Latihan 2 Orang
1.      Chest pass dan Bounce Pass tanpa dribble
  
 2.      Chest pass dan Bounce Pass dengan dribble
3.      Chest pass dan Bounce Pass berlari kesamping
v     Variasi Latihan 4 orang
1.      Variasi 1 (chest pass dan bounce pass)
 

2.      Variasi 2 (chest pass dan bounce pass)
3.      Variasi 3 (chest pass dan bounce pass)
             Note : Lakukan secara bergantian.
C.     Shooting
v     Program Latihan
1.      Set Shoot dan Jump Shoot tanpa dribble (2 orang)
2.      Set Shoot dan Jump Shoot dengan dribble (2 orang)
v     Variasi Latihan
1.      Variasi 1 (1 orang)
 
                                                  Set shoot                                
                                                                         Jump shoot
2.      Variasi 2 (2 orang)
                                                  Set shoot                                       

                                                Jump shoot
D.    Lay-up
v     Program Latihan Gerak Dasar
·        Gerakan satu yaitu : Melangkah sebanyak 3 kali. Jika di mulai dengan kaki kanan maka pada saat langkah yang ke 3 kaki kanan diangkat seperti gerakakan akan melompat.
·        Gerakan dua yaitu : gerakan pertama di ikuti dengan tangan diangkat ( untuk menghantarkan bola ). Bila kaki kanan yang diangkat maka tangan kiri yang diangkat.
·        Gerakan tiga yaitu : Gerakan pertama + Gerakan ke dua sambil melakukan lompatan.
·        Gerakan empat yaitu : kombinasi semua gerakan dengan menggunakan bola.
v     Variasi Latihan
1.      Variasi 1 (1 orang)
2.      Variasi 2 (2 orang)
                                                                     Sket A.                                


                                                                     Sket B.
                                                                     Sket C.
 ATLET TIMNAS BASKET :

1.  Berikut Daftar Pemain Timnas Putra
     Andakara Prastawa (Dell Aspac), Kelly Purwanto (Pelita Jaya), Xaverius Prawiro (Dell Aspac), 
     Vamiga Michel (Satria Muda), Respati Ragil (Satya Wacana), Arki Dikania (Satria Muda),
     Bonanza Siregar (Satria Muda), Febri Utomo (CLS Knight), Kaleb Ramot (PON Jawa Barat), 
     Tony Agus (CLS Knight), Yanuar Dwi (Bima Sakti), Galank Gunawan (Satria Muda), Pringgo
     Regowo (Dell Aspac), Christian Ronaldo (Indonesia Warriors), Adhi Pratama (Muba Hang Tuah),
      Ferdinand Damanik (Pelita Jaya).
2.  Berikut Daftar Pemain Timnas Putri :
     Marjorice Fedora (Sritex Dragons), Nur Rahmawati (Sahabat), Wulan Ayu (Tomang Sakti),
     Marlina (Surabaya Fever), Ivonne (Sahabat), Natasha (Sahabat), Hanum Fasha (Merah Putih),
    Fitrayana (Merah Putih), Agustin (PON Sumatra Selatan), Maharani (Sritex Dragons), Yuliana
    (Surabaya Fever), Fanny (Tomang Sakti), Mega Nanda (Surabaya Fever), Atty Juliani (Rajawali),
     Catryn Clorissa (Sritex Dragons), Gista Indah (Rajawali), Yuni Anggraeni (Sahabat), Jacklien
    (Tomang Sakti), Windi Hastari (Merah Putih), Gabriel Sophia (Surabaya Fever), Shinta Ayu
    (Sahabat)
 

P3K

Pertolongan Pertama

  Pertolongan Pertama
Apakah Definisi Pertolongan Pertama ?
Pertolongan Pertama (PP) adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis.  Ini berarti :
  • Pertolongan Pertama harus diberikan secara cepat.
  • Pertolongan Pertama harus tepat sehingga akan meringankan sakit korban bukan menambah sakit korban
Apa saja Tujuan utama Pertolongan Pertama?
Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk :
  • Mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut
  • Membuat keadaan penderita tetap stabil
  • Mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas
  • Menghindarkan kecacatan yang lebih parah
Siapa saja Pelaku Pertolongan Pertama ?
Pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama kali tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar. Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Klasifikasi Penolong:
a.   Orang Awam : Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama
b.   Penolong pertama : Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI
c.   Tenaga Khusus/Terlatih :
      Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan
Apa saja Kualifikasi Seorang Pelaku Pertolongan Pertama ?
Agar dapat menjalankan tugas, petugas penolong harus memiliki kualifikasi sebagai berikut
  • Jujur dan bertanggungjawab.
  • Memiliki sikap profesional, kematangan emosi. dan Kemampuan bersosialisasi.
  • Selalu dalam keadaan siap, khususnya secara fisik
  • Kemampuannya nyata terukur sesuai sertifikasi PMI.
Apa saja Kewajiban Pelaku Pertolongan Pertama ?
  • Menjaga keselamatan diri, anggota tim, penderita dan orang sekitarnya
  • Dapat mengenali dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa
  • Memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat berdasarkan keadaan korban
  • Meminta bantuan / rujukan
  • Ikut menjaga kerahasiaan dengan petugas lain yang terlibat
  • Mempersiapkan untuk ditransportasikan
Peralatan Dasar Pelaku Pertolongan Pertama (Alat Pelindung Diri)
Sarung Tangan Lateks
berguna untuk melindungi diri karena pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit
Kacamata Pelindung
berguna untuk melindungi mata dari percikan darah maupun mencegah cedera akibat benturan atau kelilipan pada mata saat melakukan pertolongan.
Baju pelindung
berguna untuk mencegah merembesnya cairan tubuh penderita melalui baju penolong.
Masker Penolong
berguna untuk mencegah penularan penyakit penyakit melalui udara.
Masker RJP
diperlukan bila akan melakukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Helm
Dipakai apabila akan bekerja di tempat yang rawan akan jatuhnya benda untuk mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongan. 
    Apa saja Peralatan yang dibutuhkan dalam Pertolongan Pertama?
  • Penutup Luka misalnya kasa steril
  • Pembalut misalnya pembalut segitiga (mitella) dan pembalut gulung
  • Cairan Antiseptik misalnya alkohol
  • Cairan Pencuci Mata misalnya boorwater
  • Peralatan stabilisasi misalnya bidai dan papan spinal panjang
  • Gunting
  • Senter
  • Tandu
  • Tensimeter dan Stetoskop
  • Kapas
  • Pinset
  • Senter
  • Alat Tulis
  • Kartu penderita
Bagaimana Prinsip Dasar Pertolongan Pertama ?

Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan adalah sebagai berikut:
  • Pastikan Anda bukan menjadi korban berikutnya. Seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan. Sebelum kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya
  • Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efesien. Pergunakanlah sumberdaya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila Anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
  • Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dsb. Catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain
Alat Bantu pada Pertolongan Pertama
1.    Perban
Perban adalah bahan yang digunakan untuk menutup luka dengan tujuan untuk membantu menghentikan pendarahan dan menyerap cairan yang keluar dari luka juga mencegah terjadinya kontaminasi kuman.
Bila perban tidak tersedia dapat digunakan bahan lain seperti sapu tangan, sarung tangan, lembaran kain atau pakaian yang bersih. Jika memungkinkan, bahan tersebut disterilkan dengan merebusnya selama 15 menit kemudian baru dikeringkan. Pada saat menutup luka usahakan perban lebih lebar beberapa sentimeter dari pinggiran luka untuk mencegah kontaminasi kotoran atau kuman.
2.    Pembalut / bebat
Bebat atau balutan adalah bahan yang sering digunakan untuk melapis luka sehabis diperban. Kegunaannya adalah untuk menbantu menghentikan pendarahan, mengurangi terjadinya pembengkakan dan mendukung bagian otot yang terluka supaya menyatu kembali.
3.     Mitella (pembalut segitiga)
  • Bahan pembalut dari kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan berbagai ukuran. Panjang kaki antara 50-100 cm
  • Pembalut ini biasa dipakai pada cedera di kepala, bahu, dada, siku, telapak tangan, pinggul, telapak kaki, dan untuk menggantung lengan.
  • Dapat dilipat-lipat sejajar dengan alasnya dan menjadi pembalut bentuk dasi.

    4.     Dasi (cravat)
  • Merupakan mitella yang dilipat-lipat dari salah satu ujungnya sehingga berbentuk pita dengan kedua ujung-ujungnya lancip dan lebarnya antara 5-10 cm.
  • Pembalut ini biasa dipergunakan untuk membalut mata, dahi (atau bagian kepala yang lain), rahang, ketiak, lengan, siku, paha, lutut, betis, dan kaki yang terkilir.
  • Cara membalut:
        o  Bebatkan pada tempat yg akan dibalut sampai kedua ujungnya dapat diikatkan
        o  Diusahakan agar balutan tidak mudah kendor, dengan cara  sebelum diikat arahnya
            saling menarik
        o  Kedua ujung diikatkan secukupnya
    5.     Pita (pembalut gulung)
    Dapat terbuat dari kain katun, kain kasa, flanel atau bahan elastis. Yang paling sering adalah kasa. Hal ini dikarenakan kasa mudah menyerap air dan darah, serta tidak mudah kendor.
    Macam ukuran lebar pembalut dan penggunaannya:
    1.  2,5 cm : untuk jari-jari
    2.  5 cm : untuk leher dan pergelangan tangan
    3.  7,5 cm : untuk kepala, lengan atas, lengan bawah, betis dan kaki
    4.  10 cm : untuk paha dan sendi pinggul
    5.  10-15 cm : untuk dada, perut dan punggung.


    Cara membalut anggota badan (tangan/kaki):
    1. Sangga anggota badan yang cedera pada posisi tetap
    2. Pastikan bahwa perban tergulung kencang
    3. Balutan pita biasanya beberapa lapis, dimulai dari salah satu ujung yang diletakkan dari proksimal ke distal menutup sepanjang bagian tubuh, yang akan dibalut dari distal ke proksimal (terakhir ujung yang dalam tadi diikat dengan ujung yang lain secukupnya). Atau bisa dimulai dari bawah luka (distal), lalu balut lurus 2 kali.
    4. Dibebatkan terus ke proksimal dengan bebatan saling menyilang dan tumpang tindih antara bebatan yang satu dengan bebatan berikutnya. Setiap balutan menutupi dua per tiga bagian sebelumnya.
    5. Selesaikan dengan membuat balutan lurus, lipat ujung perban, kunci dengan peniti atau jepitan perban.


    6.    Plester (pembalut berperekat)
  • Pembalut ini untuk merekatkan penutup luka, untuk fiksasi pada sendi yang terkilir, untuk merekatkan pada kelainan patah tulang. Cara pembidaian langsung dengan lester disebut strapping. Plester dibebatkan berlapis-lapis dari distal ke proksimal dan untuk membatasi gerakan perlu pita yang masing-masing ujungnya difiksasi lengan plester.
  • Untuk menutup luka yang sederhana dapat dipakai plester yang sudah dilengkapi dengan kasa yang mengandung antiseptik (Tensoplast, Band-aid, Handyplast dsb).
    Cara membalut luka terbuka dengan plester:
    1. Luka diberi antiseptik
    2. Tutup luka dengan kassa
    3. Baru letakkan pembalut plester.
     7.    Kassa Steril
  • Kasa steril ialah potongan-potongan pembalut kasa yang sudah disterilkan dan dibungkus sepotong demi sepotong. Pembungkus tidak boleh dibuka sebelum digunakan.
  • Digunakan untuk menutup luka-luka kecil yang sudah didisinfeksi atau diobati (misalnya sudah ditutupi sofratulle), yaitu sebelum luka dibalut atau diplester.
     8.    Bidai
    Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi), memberikan istirahat dan mengurangi rasa sakit. Maksud dari immobilisasi adalah:
    1.   Ujung-ujung dari ruas patah tulang yang tajam tersebut tidak merusak jaringan lemah,
         otot-otot, pembuluh darah, maupun syaraf.
    2.   Tidak menimbulkan rasa nyeri yang hebat, berarti pula mencegah terjadinya syok karena
         rasa nyeri yang hebat.
    3.   Tidak membuat luka terbuka pada bagian tulang yang patah sehingga mencegah terjadinya
         infeksi tulang.

    Pembidaian tidak hanya dilakukan untuk immobilisasi tulang yang patah tetapi juga untuk sendi yang baru direposisi setelah mengalami dislokasi. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi, ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor sehingga gampang mengalami dislokasi kembali, untuk itu setelah diperbaiki sebaiknya untuk sementara waktu dilakukan pembidaian.
     9.    Pembalut Lainnya
  • Snelverband : pembalut pita yang sudah ditambah kasa penutup luka, dan steril. Baru dibuka saat akan digunakan, sering dipakai untuk menutup luka-luka lebar.
  • Sofratulle : kasa steril yang sudah direndam dalam antibiotika. Digunakan untuk menutup luka-luka kecil.



     
  • Kasus kasus yang Membutuhkan Pertolongan Pertama
    A. Asma
    Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
    Gejala
    ·    Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
    ·    Canned be heard the voice of the additional breath
    ·    Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
    ·    Irama nafas tidak teratur
    ·    Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
    ·    Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
    Penanganan
    1.    Tenangkan korban
    2.    Bawa ketempat yang luas dan sejuk
    3.    Posisikan setengah duduk
    4.    Atur nafas
    5.    Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
    B. Lemah Jantung
    Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
    Gejala
    • Nyeri di dada
    • Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
    • Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
    • Denyut nadi tak teraba / lemah
    • Gangguan nafas
    • Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
    • Kepala terasa ringan
    • Lemas
    • Kulit berubah pucat/kebiruan
    • Keringat berlebihan
    Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stress, tegang.

    Penanganan
    1. Tenangkan korban
    2. Istirahatkan
    3. Posisi duduk
    4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas
    5. Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
    6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
    7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)
    C. Mimisan
    Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
    Gejala
    ·   Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
    .    Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
    ·    Kadang disertai pusing
    Penanganan
    1.    Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
    2.    Tenangkan korban
    3.    Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
    4.    Diminta bernafas lewat mulut
    5.    Bersihkan hidung luar dari darah
    6.   Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
    D. Memar
    Memar yaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.
    Gejala
    ·    Warna kebiruan/merah pada kulit
    ·    Nyeri jika di tekan
    ·    Kadang disertai bengkak
    Penanganan
    1.    Kompres dingin
    2.    Balut tekan
    3.    Tinggikan bagian luka
    E. Keseleo
    Keseleo yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.
    Gejala
    ·    Bengkak dan nyeri bila ditekan
    ·    Kebiruan/merah pada derah luka
    ·    Sendi terkunci
    ·    Ada perubahan bentuk pada sendi
    Penanganan
    1.    Korban diposisikan nyaman
    2.    Kompres es/dingin
    3.    Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
    4.    Tinggikan bagian tubuh yang luka
    F. Kram
    Kram yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.
    Gejala
    ·    Nyeri pada otot
    ·    Kadang disertai bengkak
    Penanganan
    1.    Istirahatkan
    2.    Posisi nyaman
    3.    Relaksasi
    4.    Pijat berlawanan arah dengan kontraksi